Hukum
Dasar Kimia
Hi Sahabat Cari Ilmu....
Kali
ini saya akan membahas tentang Hukum Dasar Kimia. Pertama-tama kita akan
membahas mengenai apa itu Ilmu Kimia?
Ilmu
kimia adalah ilmu yang diawali dan dibuktikan dari hasil-hasil eksperimen.
.berdasarkan dari hasil eksperimen tersebut diperoleh data yang disebut dengan
Hukum. Dalam perkembangan ilmu kimia, dikenal beberapa hukum yang disebut
dengan Hukum Dasar Kimia. Hukum dasar kimia tersebut antara lain:
1. Hukum Kekekalan Massa
Minyak
tanah akan habis bila terbakar. Apakah minyak tersebut akan habis? Tentu saja
tidak, tapi berubah menjadi gas, yaitu karbon doiksida (CO2) dan uap
air (H2O). Jika semuanya ditampung maka massa minyak sebelum dibakar
dan sesudah dibakar ditambah dengan massa oksigen yang diperlukan untuk
pembakaran akan sama. Hal itu sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.
“
Massa total suatu zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat tersebut
sesudah reaksi”
Hukum
ini ditemukan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794). Maka hukum ini
dikenal dengan Hukum Perbandingan Tetap atau Hukum Lavoisier. Lavoisier
melakukan penelitian terhadap proses pembakaran dari beberapa zat. Dalam proses
pembakaran tersebut diamati proses reaksi antara air raksa (merkuri) dengan
oksigen untuk membentuk merkuri oksida.
Telah
diketahui bahwa bila merkuri oksida dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri
dan gas oksigen. Sebaliknya, jika logam merkuri dipanaskan dengan logam
oksigen, akan dihasilkan merkuri oksida. Dari proses ini diketahui bahwa massa
oksigen yang dibutuhkan pada proses pemanasan logam merkuri sama denga massa
oksigen yang dihasilkan dari proses pembakaran merkuri oksida.

Hukum ini dikemukakan oleh ilmuwan Prancis yang bernama Joseph Louis Proust (1754-1826). Proust juga menemukan sifat penting dari senyawa. Berdasarkan penelitiannya terhadap berbagai senyawa, Proust mengemukakan bahwa:
“ Perbandingan massa unsur-usur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap”
Dari pendapat itulah terkenal dengan Hukum Perbandingan Tetap atau hukum Proust. Senyawa yang sama meskipun berasal dari sumber yang berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda, ternyat mempunyai komposisi yang sama. Dengan menggunakan Hukum Proust, dapat dihitung dengan cermat berapa garam suatu unsur yang dipperlukan untuk membuat suatu senyawa dengan massa tertentu sesuai massa yang dikehendaki. Sebaliknya juga dapat dihitung berpa gram suatu unsur yang terdapat dalam suatu senyawa tertentu juga dapat dihitung.
3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)
“Jila
dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika massa salah satu
unsur tersebut sama, maka perbandingan unsur-unsur lain dalam senyawa-senyawa
tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana”
4.
Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)
Joseph
Louis Gay Lussac (1778-1850), ilmuwan asal Prancisberhasil melakukan percobaan
tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi, di mana setiap satu
satuan volume gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volume gas klorin
menghasilkan dua satuan volume gas hidrogen klorida. Setiap dua satuan volume
gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan gas oksigen menghasilkan dua satuan
volume uap air.
Berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan oleh Gay Lussac berkesimpulan bahwa:
“Volume
gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi bila diukur di suhu dan
tekanan yang sama, berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana”
Dengan
sederhana , hasil percobaan Gay Lussac dapat dijelaskan:
a.
Reaksi antara gas hidrogen dan oksigen menghasilkan uap air dengan perbandingan
volume gas hidrogen : gas oksigen : uap air = 2 : 1 : 2.
b.
Reaksi antara gas nitrogen dan hidrogen menghasilkan amonia dengan perbandingan
volume gas nitrogen : gas nitrogen : amonia = 1 : 3 : 2.
5.
Hipotesis Avogadro
Hukum
perbandingan yang dikemukakan oleh Gay Lussac banyak menimbulkan pertanyaan
yang tidak bisa dijawab para ahli, penyebab dari ketidakmampuan itu adalah
anggapan bahwa partikel terkecil adalah atom.
Pada
tahun 1811, seorang ilmuwan Italia dikenal dengan nama Amedeo Avogadro
(1776-1856) menyatakan bahwa partikel terkecil tidak harus atom, tetapi dapat
berupa molekul. Berdasarkan pernyataan itu Avogadro dapat menjelaskan hukum gay
Lussac. Karena itu bisa dikenal dengan nama hipotesis avogadro.
“
pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang sama memiliki jumlah molekul
yang sama pula”
Berdasarkan
dari hipotesis itu, dapat disimpulkan bahwa perbandingan volume gas juga
merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata
lain, perbandingan koefisien reaksi sama dengan perbandingan volume.
Demikian
artikel tentang Hukum Dasar Kimia, semoga bermanfaat.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar