Rabu, 04 Mei 2016

Hukum Dasar Kimia




Hi Sahabat Cari Ilmu....
Kali ini saya akan membahas tentang Hukum Dasar Kimia. Pertama-tama kita akan membahas mengenai apa itu Ilmu Kimia?
Ilmu kimia adalah ilmu yang diawali dan dibuktikan dari hasil-hasil eksperimen. .berdasarkan dari hasil eksperimen tersebut diperoleh data yang disebut dengan Hukum. Dalam perkembangan ilmu kimia, dikenal beberapa hukum yang disebut dengan Hukum Dasar Kimia. Hukum dasar kimia tersebut antara lain:


1. Hukum Kekekalan Massa

 
Minyak tanah akan habis bila terbakar. Apakah minyak tersebut akan habis? Tentu saja tidak, tapi berubah menjadi gas, yaitu karbon doiksida (CO2) dan uap air (H2O). Jika semuanya ditampung maka massa minyak sebelum dibakar dan sesudah dibakar ditambah dengan massa oksigen yang diperlukan untuk pembakaran akan sama. Hal itu sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.

“ Massa total suatu zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat tersebut sesudah reaksi”

Hukum ini ditemukan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794). Maka hukum ini dikenal dengan Hukum Perbandingan Tetap atau Hukum Lavoisier. Lavoisier melakukan penelitian terhadap proses pembakaran dari beberapa zat. Dalam proses pembakaran tersebut diamati proses reaksi antara air raksa (merkuri) dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida.
Telah diketahui bahwa bila merkuri oksida dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen. Sebaliknya, jika logam merkuri dipanaskan dengan logam oksigen, akan dihasilkan merkuri oksida. Dari proses ini diketahui bahwa massa oksigen yang dibutuhkan pada proses pemanasan logam merkuri sama denga massa oksigen yang dihasilkan dari proses pembakaran merkuri oksida. 


2. Hukum Perbandingan tetap (Hukum Proust) 







Hukum ini dikemukakan oleh ilmuwan Prancis yang bernama Joseph Louis Proust (1754-1826). Proust juga menemukan sifat penting dari senyawa. Berdasarkan penelitiannya terhadap berbagai senyawa, Proust mengemukakan bahwa: 

“ Perbandingan massa unsur-usur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap” 

Dari pendapat itulah terkenal dengan Hukum Perbandingan Tetap atau hukum Proust. Senyawa yang sama meskipun berasal dari sumber yang berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda, ternyat mempunyai komposisi yang sama. Dengan menggunakan Hukum Proust, dapat dihitung dengan cermat berapa garam suatu unsur yang dipperlukan untuk membuat suatu senyawa dengan massa tertentu sesuai massa yang dikehendaki. Sebaliknya juga dapat dihitung berpa gram suatu unsur yang terdapat dalam suatu senyawa tertentu juga dapat dihitung. 


3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

 
 

“Jila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika massa salah satu unsur tersebut sama, maka perbandingan unsur-unsur lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana”

Pernyataan itu disebut dengan Hukum Kelipatan Perbandingan atau yang dikenal dengan Hukum Dalton. Dalton menyelidiki unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa, dan setelah diselidiki senyawa-senyawa tersebut memliki pola keteraturan. . Misalnya nih, dari unsur belerang  dan oksigen  dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3. Perbandingan oksigennya yaitu 1:2. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2. Perbandingan gas hidrogen yaitu 1:1 dan gas oksigen yaitu 1 : 2.

 
4. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)
 

Joseph Louis Gay Lussac (1778-1850), ilmuwan asal Prancisberhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi, di mana setiap satu satuan volume gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volume gas klorin menghasilkan dua satuan volume gas hidrogen klorida. Setiap dua satuan volume gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan gas oksigen menghasilkan dua satuan volume uap air.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh Gay Lussac berkesimpulan bahwa:

“Volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi bila diukur di suhu dan tekanan yang sama, berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana”

Dengan sederhana , hasil percobaan Gay Lussac dapat dijelaskan:
a. Reaksi antara gas hidrogen dan oksigen menghasilkan uap air dengan perbandingan volume gas hidrogen : gas oksigen : uap air = 2 : 1 : 2.
b. Reaksi antara gas nitrogen dan hidrogen menghasilkan amonia dengan perbandingan volume gas nitrogen : gas nitrogen : amonia = 1 : 3 : 2.

5. Hipotesis Avogadro
Hukum perbandingan yang dikemukakan oleh Gay Lussac banyak menimbulkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab para ahli, penyebab dari ketidakmampuan itu adalah anggapan bahwa partikel terkecil adalah atom.
Pada tahun 1811, seorang ilmuwan Italia dikenal dengan nama Amedeo Avogadro (1776-1856) menyatakan bahwa partikel terkecil tidak harus atom, tetapi dapat berupa molekul. Berdasarkan pernyataan itu Avogadro dapat menjelaskan hukum gay Lussac. Karena itu bisa dikenal dengan nama hipotesis avogadro.
“ pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang sama memiliki jumlah molekul yang sama pula”
Berdasarkan dari hipotesis itu, dapat disimpulkan bahwa perbandingan volume gas juga merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata lain, perbandingan koefisien reaksi sama dengan perbandingan volume.
Demikian artikel tentang Hukum Dasar Kimia, semoga bermanfaat.....

Sahabat Cari Ilmu



Hi semua....
Kini sahabat Cari Ilmu telah datang untuk menambah wawasan....